Install Kali Linux 2017.1 di VirtualBox

Hari ini nginstall Kali Linux versi 2017.1 di VirtualBox namun saat hampir selesai proses instalasi ada beberapa kendala antara lain:

  1. Proses Install terakhir Bootloader Grub Error
  2. Password Root (lupa atau karena terlalu cepat ngetik heuheuheu)

Namun demikian kedua artikel berikut dapat menjelaskan bagaimana menginstall Grub Manual dengan cara masuk ke Kali boot live, sedangkan untuk reset password root tinggal mengedit advance boot (saat booting, lalu langsung update command seperti biasa passwd) artikelnya bisa langsung diakses melalui link berikut:

  1. https://networkwolves.wordpress.com/2015/04/13/repair-kali-linux-grub-after-installing-window-in-dual-boot/
  2. http://www.technig.com/reset-lost-password-of-kali-linux/

hasil penampakkannya bisa langsung dilihat sbb

silahkan mencoba jika tertarik ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€

dan jikalau belum berhasil, ini langsung download aja versi virtualboxnya saya share di google driveย (Kali Linux 2017.1 VirtualBox)

Dia dan Saudaranya

Alkisah dua orang saudara yang ingin berebut kekuasan, si Dia dan Saudaranya berkompetisi untuk memenangkan pertandingan yang sengit itu, walhasil si Dia mendapat dukungan 50% + 1 sedangkan Saudaranya mendapat 50% – 1.

Secara teori terpilihlah si Dia menjadi sang pemimpin yg memegang kekuasaan, sedangkan Saudanya mau tidak mau harus menerima kekalahannya.

Diperjalanan ternyata si Dia mendapat perlawanan dari Saudaranya sendiri yg tidak sejalan karena perbedaan pandangan (ini sangat subjective). Maka negeri itupun mendapat sedikit masalah, perkembangannya menjadi lambat, rakyat merasa dirugikan, iblis dan setanpun ikut diuntungkan dalam hal itu.

Dia dan Saudaranya ternyata juga masih satu agama, hanya saja tiap manusia sedikit berbeda pandangan….dan begitulah seterusnya…

Pada suatu ketika, si Aku datang dan mengingatkan kepada Mereka berdua (si Dia dan Saudaranya). Merekapun saling sadar dan mendukung satu sama lain, dan itulah yg menjadi akhir daripada kisah dalam cerita ini.
Sesungguhnya kebenaran itu hanyalah milik dari sang Empunya kebenaran.

Banyak Makan Asam Garam

Aku teringat sebuah cerita dalam buku yg pernahku baca, bahwa orang itu dalam hatinya suka sekali makan dibubihi dengan garam (salt), namun ia tidak menurutinya, malahan ia tidak memakannya selama berpuluh tahun. Terkadang hidup di dunia ini, semakin berumur, makin nambah pengalaman, istilah kerennya banyak makan asam garam.

Dunia IT pun demikian, semakin banyak mencoba, maka semakin org tersebut bertambah pengetahuannya.

Banyak membaca, banyak mencoba/latihan, banyak beraktivitas, dll.

Diluar batas manusia

Di dunia ini banyak sekali hal2 yg tidak dapat terjangkau oleh kemampuan mahluk yg bernama manusia. Bagaimapun juga hal2 itu sangat berpengaruh terhadapnya, namun sebagai mahluk yg terbatas, diperlukan berbagai alternative solution yg tepat satidaknya untuk mencapai maksudnya itu.

Mengalir seperti air, bergerak selincah angin, berkeinginan seperti api dan berkuat seperti tanah.

Tetap menyembah yg disembah, sambil menunggu sang ajal menjemput tuk diperjalankan ke alam yg lebih abadi daripada dunia yg penuh dengan ketidak teraturan ini. Mungkin tidur sampai hari kiamat lebih baik daripada memikirkan hal2 keduniaan.

Alam pikiran (metafisik) mengejewantah ke dunia

Berbicara tentang akal/pikiran (alam pikiran), maka hal ini adalah salah satu pembeda antara manusia terhadapst hewan maupun tumbuhan dan mahluk lainnya. 

Andai kata kita berfikir, maka tidak ada seseorangpun yg dapat memasuki atau menganggu anda di alam pikiran anda sendiri. Semua rahasia alam pikiran baik mulai dari pemikiran paling rendah samapai pemikiran paling tinggi (beserta kecerdasannya) hanya dapt dirasakan oleh sang pemikir.

Namun demikian, alam pikiran ini beberapa dapat di share (dibagi ke orang lain di dunia yg juga halus). Memang benar bahwa alam pikiran itu sangat halus sehingga tidak bisa disentuh. Abad 21 ini mengubah segalanya dengan munculnya teknologi dan internet atau yg paling sempitnya yaitu sosial media, maka alam pikiran tiap orang dapat mereka share langsung melalui socmed itu. Ibaratnya alam pikiran yg halus, menampakkan dirinya ke alam yang halus(soft) juga yaitu internet, namun demikian corenya tetap pada manusia karena manusialah yg mengelolah alam pikirannya sendiri maupun internet.

Apa yg terjadi ketika sekian persen alam pikiran tiap manusia itu disalin ke dalam internet??? Ya seperti yg kita lihat konsep2 akan beraksi satu sama lain, ada yg selaras ada juga yg bertabrakan. Karena adanya aturan sendiri di dalam dunia internet maka semua yg ada di alam pikiran manusia tidak dapat mereka salin secara vulgar.

Ibarat Lemon


Jasad manusia itu jika diibaratkan seperti lemon maka ia adalah kulitnya, sedangkan di dalam bungkusan itu terdapat daging buah atau ruh-nya manusia, perbuatannya dapat seperti rasa lemon ada yg kecut, ada yg hambar dan ada yg manis.

Ada yg suka jika lemon itu asam, ada juga yg suka jika lemon itu manis, semua bersifat relative tergantung dari para pencicip lemon tersebut (karena selera tiap manusia memang berbeda2). Namun demikian antara beberapa tipe pencicip tersebut sepakat bahwa mereka tidak akan mengunya biji lemon itu karena pahit (layaknya perbuatan yg begitu paling paling pahit di dunia), seandinyapun mereka harus, setidaknya mereka lgsg menelan bijinya yg sudah bercampur asam maupun manisnya lemon itu supaya tidak terasa pahitnya oleh leher-leher manusia.

Sudah Menjadi Ketetapan

Maha Suci Allah yang Maha Membolakbalikan Hati manusia, kadang gurisan2nya datang tanpa beraturan, disaat stabil disitupun hukum newton bereaksi, kehidupan dengan penuh masalah, tantangan, kegembiraan dan keceriaan.

Ingin rasanya kujauhkan dari dunia yg bersifat tidak kekal. Rintangan dan cobaan yg bertubi2 rasanya aku ingin memulangkan jasad halusku ini sebentar saja ke pangkuan Ilahi. Tidak memikirkan keduniaan dan segala yg bersifat tidak kekal ini. 

Tuhan yg menciptakan urusan ke kirian dan ke kananan dimana harus ku imbangi ditengah-tengah atau sedikit ku beratkan ke kanan. Bertarung dengan jiwa hingga ajal menjemput adalah takdir Sang Ilahi.

Ya wess lah di jalani aja sesuai kehendakNya.

Melalui Firasat kemudian selalu Waspada

Sejak sakit beberapa waktu lalu, aku kembali mendapat sesuatu yg lain, tiap bulan memang petunjuknya berbeda2 beserta tanda-tandanya, waspada atau hati-hati merupakan kunci utama. 

Selain daripada itu, memang dibutuhkan usaha yg berulang2 untuk membuka sesuatu yg tidak nampak/kasat mata, tidak lagi menggunakan indera luar tetapi mengikut kata hati.

Benar saja di kota aku tinggal ternyata ada sesuatu hal yang telah terjadi hari ini dan semua warga Indonesia alhamdulillah dalam keadaan selamat, namun demikian tetaplah waspada apalagi dikeramaian, pihak KBRI Moskow juga telah memberikan himbawan kepada seluruh masyarakat Indonesia di Rusia supaya lebih berhati-hati.

Ingin rasanya segera menyelesaikan studi dan segera pulang ke tanah air untuk mengabdi tuk bangsa dan negara.

Suatu Titik Cahaya

Perjalanan insan menuju suatu titik mulai dari alam tanpa ibu dan bapak, hingga terlahir ke dunia dan akhirnya bertamasya di dunia yang dengan dunia ini kita bisa melohat begitu besar kekuasaan Sang Pencipta.

Dalam pada hampir setengah perjalanan ini kadangkala Tuhan membuka hijabnya kepadaku dengan cara yang tanpa disangka-sangka, alam qalb yang begitu luas tanpa mempergunakan lagika tetapi lebih daripadanya tentang titik cahaya di dalam dalam dalam dalamnya hitam ada setitik rahasia.

Disanalah titik dialog antara memposisikan diri sebagai hamba dan mengimani sesuatu yg gaib di alam yg fana ini. Tibul suatu cahaya yang tidak masyrik dan tidak pula di magrib, namun ini sangatlah cepat sehingga setelahnya baru akan tersadar akan suatu pesan2 yg telah disampaikan atau tersampaikan kepada sang hamba.

Manakala diberi suatu perumpamaan walaupun secepat cahaya namun efeknya akan berminggu2 untuk memikirkan itu, suatu tanda besar dari Sang Pencipta kepadaku yg masih dalam perantauan di negeri beruang merah.

Empat Perkara yg Membuatmu Tidak Melarat di Dunia ini

Suatu ketika kakeku berpesan bahwa kalian tidak akan melarat asalkan benar memegang teguh amanah…

Seperti yg telah dikatakan Rasululullah bahwa ada empat perkara yang apabila ada padamu  maka tidak akan membuatmu melarat yaitu: benar pembicaraan, memegang amanah, bagus tingkah laku, dan menjaga makanan.

Kesmuanya merupakan kunci utamanya.