ABSTRAK VIRTUAL MUSEUM OF INDONESIA

ABSTRAK

DESAIN DAN IMPLEMENTASI JEJARING SOSIAL

PADA VIRTUAL MUSEUM OF INDONESIA

(Studi Kasus Museum Geologi)

 

Oleh

Sajarwo Anggai

NIM : 23210321

PROGRAM MAGISTER TEKNIK ELEKTRO

 

Pendidikan dan peradaban manusia merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pendidikan tidak hanya diperoleh dari lembaga pendidikan formal tetapi juga dari lembaga pendidikan  nonformal. Peradaban sendiri merupakan cermin dari kebudayaan dan tingkat pencapaian masyarakat yang sangat kompleks. Salah satu lembaga yang dapat digunakan sebagai tempat pembelajaran peradaban manusia adalah museum. Hingga saat ini, di Indonesia terdapat 281 museum. Namun, beberapa masalah yang sering kali menghambat tercapainya fungsi museum di Indonesia antara lain sumber informasi yang terbatas, informasi yang belum terintegrasi, minimnya komunikasi antar pengunjung museum, koleksi museum dapat hilang atau rusak, dan peragaan koleksi yang belum interaktif.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut yaitu mengembangkan aplikasi Virtual Museum of Indonesia. Studi kasus pada penelitian ini adalah Museum Geologi, Bandung. Penelitian ini dititikberatkan pada pengembangan jejaring sosial untuk membangun komunitas belajar dan diintegrasikan dengan Facebook untuk mengkampanyekan keberadaan dan koleksi yang terdapat di Museum Geologi.

Virtual Museum of Indonesia yang dibuat dapat digunakan untuk mendiskusikan dan berbagi pengalaman kepada sesama pencinta geologi, mengkampanyekan keberadaan koleksi, dan meningkatkan minat pengunjung untuk mendaftar melalui jejaring sosial.

Kata kunci: nonformal, interaktif, virtual museum, geologi, jejaring sosial, Facebook.

 

ABSTRACT

THE DESIGN AND IMPLEMENTATION OF SOCIAL

NETWORKING AT VIRTUAL MUSEUM OF INDONESIA

(A Case Study Museum of Geology)

 

By

Sajarwo Anggai

NIM : 23210321

ELECTRICAL ENGINEERING MAGISTER PROGRAM

 

Education and human civilization are two things that can not be separated. Education is not only derived from formal educational institutions but also of non-formal educational institutions. Civilization itself is a reflection of the culture and level of achievement of a very complex society. One institution that can be used as a place of learning human civilization is the museum. Until now, there are 281 museums in Indonesia. However, some problems that often hinder the achievement of the museums function in Indonesia, among others, limited sources of information, information that has not integrated, lack of communication among museum visitors, the museum’s collection can be lost or damaged, and demonstration of collections has not been interactive.

One way to overcome this problem is to develop an application Virtual Museum of Indonesia. A case study in this research is the Museum of Geology, Bandung. This study focused on the development of social networking to build learning communities and integrate it with Facebook to campaign existence and collections in the Geological Museum.

Virtual Museum of Indonesia could be used to discuss and share experiences with fellow lovers of geology, campaigned for existence of the collection, and increasing visitors’ interest to sign up through social networking.

Keywords: non-formal, interactive, virtual museum, geology, social networks, Facebook.

 

Cover Tesis – Sajarwo
Tesis Sajarwo – Abstrak Ind – Eng

Posted on 7 June, 2013, in Virtual Museum and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: