Mimpiku 4 April 2016 – Alam Tak Nyata namun Tersimpan

Ketika aku tidur, ada suatu ayat yang sudah merasuk dalam diriku dan selalu aku baca secara otomatis menjelang aku akan tidur yaitu: “bismika allahumma ahya wa bismika amut” (dengan namaMu ya Allah aku hidup dan aku mati), kemudian daripada itu aku selalu memposisikan tidurku dalam posisi seperti huruf MIM, Muhammad, setelahnya akupun sejenak meninggalkan alam sadar ke alam bawah sadar.

Dalam tidurku yang lelap, aku bermimpi bahwa aku bertemu dengan seseorang, kami sharing satu sama lain tentang sisi keilmuan, pada saat itu kami coba saling mempraktekkan seni yang kami pelajari, awalnya aku ingin menggoresnya dengan dua jariku, tetapi ternyata ia mendorongku sangat jauh ke pinggiran laut, selanjutnya ia mempermainkanku di atas laut yang aku sendiripun tidak mengetahui persis berapa dalamnya laut itu, tapi prediksiku waktu telah sadar mungkin kedalamannya kurang lebih 1-2m, tentu saja aku sangat senang karena berhasil merasakan getaran dalam diriku yang mulai ia permainkan. Lalu kami bertemu dengan saudaraku dan ia mulai mempraktekkannya lagi sehingga akupun terjungkal-jungkal, kini giliranku mencoba mempraktekkannya namun entah bagaimana dalam kilas balik (di dalam mimpi itu aku berfikir lagi seperti mimpi di dalam mimpi) bahwa pada awalnya aku berhasil merasakan jungkalan tersebut, tapi ketika aku menyerang malah tidak berhasil, dan akupun berkata kepadanya secara terang-terangan tentang apa yang sebenarnya aku alami.

Setelah aku sadar pada lapisan mimpi keduaku, kamipun mulai bercakap-cakap lagi tentang asalnya, ia mengatakan bahwa seni tersebut ia pelajari di dekat desa ayahku, disana terdapat dua tempat yang populer dalam mengajarkan keilmuan tersebut dan tentu saja ia mendapatkannya disana, akupun berbagi cerita bahwa aku sendiri mempelajari di tempat lain yakni di pulau Jawa, mereka adalah orang yang mula-mula menciptakan seni tersebut hingga akhirnya terbentuk berbagai aliran yang terseber hingga saat ini, mungkin saja sanadnya kepada satu orang yang sama.

Whoops, apa yang terjadi selanjutnya? Begitu kagetnya ia ketika aku mulai menghafalkan apa yang aku ketahui, ternyata bahasanya adalah sama, hanya berbeda pada saat mengolah saja tapi pada dasarnya adalah sama, kami sambil duduk dan bercakap-cakap di tempat yang aku sendiri tidak begitu mengetahui lokasi sebenarnya. Akhirnya akupun terbangun karena sudah waktunya. Apapun makna dari minpi di atas tentu saja hanya pemimpilah yang tahu persisnya )).

 

Mimpi adalah anugerah dari sang pencipta, begitu kita menginggalkan dunia ini menuju ke alam mimpi semua itu bukan terjadi begitu saja, tetapi karena ada yang berkehendak, menggerakkan roh(spirit) manusia ke alam yang tidak nyata. Tidak nyata bukan berarti tidak ada, tidak nyata bisa jadi karena panca indera kita mempunyai keterbatasan, dalam hal ini ilmu yg mempelajari mimpi dinamakan Oneirologi (bukan mengungkap maknanya).

 

Peterhof/Saint Petersburg/Rusia.

Posted on 5 April, 2016, in MimpiBenaran, Mind and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: